Pengantar Komputasi Modern # - SOFT SKILL PERTEMUAN 4
Nama : Muhammad
Irham Fadhilaj
Kelas/NPM : 4IA22/54416956
Tahapan
Tugas 4 :
Buatlah/Carilah artikel mengenai BioInformatika.
Bidang-bidang apa saja yang terkait dengan
BioInformatika.
Bioinformaika
adalah suatu ilmu atau metode mengumpulkan, dan
menganalisa data biologi yang bersifat kompleks seperti data DNA, RNA, dan
protein, menggunakan pendekatan komputasi. Bioinformatika melibatkan bidang
ilmu komputer, matematika, dan statistik dalam memproses informasi yang masif
dan sulit untuk dianalisa secara manual. Bidang ini berkembang seiring dengan
penambahan data biologi yang terus bertambah secara cepat, terutama di awal
tahun 2000-an ketika peneliti berhasil mengumpulkan genome manusia.
Berbeda dengan komputasi biologi atau computational
biology yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan biologi menggunakan
teknik komputasi, bioinformatika lebih berfokus pada proses komputasi. Untuk
lebih lanjut perbedaan biologi dan komputasi biologi, dapat dilihat pada
tulisan bioinformatics vs computational biology.
Latar Belakang
Pada awal perkembangan ilmu pengetahuan biologi
molekuler, ahli biologi melakukan pengambilan data biologis dengan menggunakan
beberapa eksperimen atau pendekatan lainnya. Data tersebut disimpan di dalam
suatu database seperti data gen disimpan di NCBI, struktur protein berada di
Protein Data Bank, dan data sekuen protein berada di UniProt. Data yang masif
tersebut tidak dapat dianalisa secara efektif karena keterbatasan manusia. Oleh
karena itu, dibutuhkan ahli komputer untuk membantu kerja dari ahli biologi.
Ahli komputer melakukan penelitian dalam membangun
software, algoritma, metode penyimpanan data untuk menyelesaikan masalah yang
dihadapi ahli biologi. Sebagai contoh, Needleman dan Wunsch membuat algoritma
yang berfungsi untuk mencari sekuen DNA pada database pada tahun 1960-an. Meski
tujuan awalnya untuk menyelesaikan kasus biologi, algoritma yang dirancang
diterapkan pada kasus yang mirip, seperti pencarian teks.
Data biologi yang dikumpulkan merupakan raw data atau
data mentah sehingga perlu dilakukan analisa untuk mendapatkan informasi yang
tersirat. Beberapa pendekatan statistik digunakan seperti klasifikasi,
klasterisasi digunakan untuk melihat korelasi antar data sehingga data mentah
tersebut dapat tervisualisasi dengan baik di mata manusia.
Perkembangan data biologis dan kebutuhan untuk
menciptakan tools dan hasil analisa yang akurat melahirkan disiplin ilmu baru
yang disebut dengan bioinformatika. Ruang lingkup penelitian dan kerja
bioinformatika secara khusus berkaitan dengan proses pengumpulan, dan analisa
data biologi menggunakan teknik komputasi.
Biological Research Modality
Tren metode yang digunakan di bidang biologi mengalami
pergeseran dari masa ke masa. Pada awalnya, penelitian di biologi hanya
berdasarkan pengamatan seperti yang dilakukan oleh Charles Darwin di pulau
Galapagos. Darwin melakukan pengamatan pada berbagai jenis paruh pada burung
Finch selama berhari-hari.
Metode yang dilakukan oleh Darwin merupakan
Observation-driven.
Setelah melakukan observasi, Darwin mulai mengemukan
teori yang menyebabkan munculnya variasi burung Finch. Teori evolusi dan
natural selection menjadi terobosan ilmu pengetahuan pada saat itu. Pada
penelitian kali ini Darwin menggunakan metode Theory-driven.
Di abad yang sama, Gregor Mendel mengemukan hipotesis
sekaligus eksperimen mengenai pekawinan silang pada kacang polong.
Penelitian
antara tahun 1856–1863 menghasilkan kesimpulan bahwa pada makhluk hidup
terdapat alel resesif dan alel dominan yang mempengaruhi fenotip makhluk hidup.
Apa yang dilakukan oleh Mendel merupakan metode Hypothesis/Experiment-driven.
Di tahun 1950-an, penelitian di bidang biologi
molekuler menjadi topik yang hangat untuk dikerjakan. Terlebih dengan
ditemukannya metode X-Ray Crystallograpy yang mampu menggambarkan struktur 3D
molekul. Rosalind Franklin adalah orang yang pertama kali melakukan . Hasil
penelitian Rosalind menginspirasi James Watson, Francis Crick dan Maurice
Wilkins untuk memodelkan struktur DNA yang dirujuk sampai saat ini. Para
peneliti bersemangat untuk memperdalam penelitian di DNA dan RNA.
Data yang
dikumpulkan sangat banyak dan disimpan di dalam database yang bersifat publik.
Hingga tahun 2000-an peneliti berhasil mengumpulkan genome manusia secara utuh.
Paradigma penelitian berfokus pada large-scale molecular data accumulation.
Setelah data terkumpul, masalah selanjutnya ialah
mengolah data yang bersifat masif. Para peneliti biologi menggunakan tools dan
software untuk menganalisa data tersebut sehingga mendapatkan informasi yang
diperlukan. Tidak hanya dengan eksperimen di dalam laboratorium, para ahli juga
menggunakan komputer dalam melakukan penelitian mulai terfokus pada bidang
bioinformatika.
Oleh karena itu, penelitian di bidang biologi
mengalami berkembangan dari penelitian dengan skema observation-driven ->
theory driven -> hypothesis/experimental -> large-scale molecular data
accumulation -> bioinformatics.
Dogma Biologi Molekuler
Tidak hanya dalam agama, di biologi juga terdapat
dogma yang belakangan ini mulai bertolak belakang dengan fakta untuk beberapa
kasus.
Dogma pertama yang berkembang ialah DNA yang berada di
dalam sel akan ditranslasi menjadi sebuah RNA messenger (mRNA) dengan bantuan
RNA polimerase. Setelah itu mRNA akan bergerak menuju ribosom di dalam sitosol.
Di dalam ribosom, mRNA akan ditranslasi menjadi protein dengan susunan asam
amino sesuai dengan urutan asam nukleoitida yang berada di mRNA.
Protein yang terbentuk akan mulai bertugas sesuai
dengan karakteristik dan fungsinya. Contohnya protein hemoglobin yang bertugas
untuk mengikat oksigen. Ada pula enzim pencernaan yang membantu memecah
makromolekul pada makanan menjadi molekul yang dapat diproses di dalam sel.
Selain itu, terdapat hormon yang berfungsi untuk memberikan rangsangan tertentu
pada organ tubuh.
Meski menjadi dogma, alur DNA menjadi RNA kemudian
protein tidak sepenuhnya benar. Virus Rotavirus yang merupakan virus yang hanya
memiliki RNA menggunakan enzim reverse transcription untuk membuat DNA
berdasarkan RNA yang dimiliki oleh virus. DNA yang terbentuk digunakan untuk
melakukan transkripsi RNA yang dibutuhkan untuk membentuk virus baru.
Selain pembentukan DNA dari RNA, terdapat juga
fenomena protein mampu membentuk protein lain yang dilakukan oleh Prion. Prion
adalah protein yang gagal melakukan lipatan/folding atau gagal membentuk
struktur 3 dimensinya yang sering menjadi penyebab penyakit yang menyerang
sistem saraf manusia dan hewan. Prion mampu menggandakan diri dengan cara
menginfeksi protein normal sehingga protein tersebut menjadi prion.
Dogma kedua yang ada di dalam biologi ialah satu gen
akan membentuk satu protein. Secara teori, setiap gen bertanggung jawab
terhadap pembentukan sebuah polipeptida. Hipotesis ini dicetuskan oleh George
Beadle di tahun 1945, tapi kemudian direvisi ketika disadari bahwa gen juga
bertugas untuk membentuk protein non-enzim dan rantai politpeptida yang
berbeda.
Oleh karena itu, saat ini diyakini bahwa beberapa gen akan membuat beberapa
jenis RNA yang terlibat pada sintesis protein. Dogma ketiga adalah protein domain lebih tahan
terhadap proses evolusi. Protein domain adalah sub-struktur protein yang
memiliki fungsi dan bersifat indipendent terhadap struktur globalnya.
Bahkan,
protein domain memiliki proses evolusi yang bersifat mandiri. Mungkin analogi
yang bisa diterapkan ialah kalau struktur protein secara global adalah
Indonesia, protein domain adalah Nangroe Aceh Darussalam yang menerapkan
syariat Islam sendiri. Lah.
Bidang-bidang terkait bioinformatika
Biophysics
Biologi molekul sendiri merupakan pengembangan yang
lahir dari biophysics. Biophysics adalah sebuah bidang yang mengaplikasikan
teknik- teknik dari ilmu Fisika untuk memahami struktur dan fungsi biologi
(British Biophysical Society). Sesuai dengan definisi tersebut, bidang ini
merupakan suatu bidang yang luas. Namun secara langsung disiplin ilmu ini
terkait dengan Bioinformatika karena penggunaan teknik-teknik dari ilmu Fisika
untuk memahami struktur.
Computational Biology
Computational biology merupakan bagian dari
Bioinformatika (dalam arti yang paling luas) yang paling dekat dengan bidang
Biologi umum klasik. Fokus dari computational biology adalah gerak evolusi,
populasi, dan biologi teoritis daripada biomedis dalam molekul dan sel. Tak
dapat dielakkan bahwa Biologi Molekul cukup penting dalam computational
biology, namun itu bukanlah inti dari disiplin ilmu ini. Pada penerapan
computational biology, model-model statistika untuk fenomena biologi lebih
disukai dipakai dibandingkan dengan model sebenarnya. Dalam beberapa hal cara
tersebut cukup baik mengingat pada kasus tertentu eksperimen langsung pada
fenomena biologi cukup sulit. Tidak semua dari computational biology merupakan
Bioinformatika, seperti contohnya Model Matematika bukan merupakan
Bioinformatika, bahkan meskipun dikaitkan dengan masalah biologi.
Medical Informatics
Medical informatics lebih memperhatikan struktur dan
algoritma untuk pengolahan data medis, dibandingkan dengan data itu sendiri.
Disiplin ilmu ini, untuk alasan praktis, kemungkinan besar berkaitan dengan
data-data yang didapatkan pada level biologi yang lebih “rumit” – yaitu
informasi dari sistem-sistem super selular, tepat pada level populasi— di mana
sebagian besar dari Bioinformatika lebih memperhatikan informasi dari sistem
dan struktur biomolekul dan selular.
Cheminformatics
Cheminformatics adalah kombinasi dari sintesis kimia,
penyaringan biologis, dan pendekatan data-mining yang digunakan untuk penemuan
dan pengembangan obat (Cambridge HealthechInstitute’s Sixth Annual
Cheminformatics conference).
Pengertian disiplin ilmu yang disebutkan diatas
lebih merupakan identifikasi dari salah satu aktivitas yang paling populer
dibandingkan dengan berbagai bidang studi yang mungkin ada di bawah bidang ini.
Salah satu contoh penemuan obat yang paling sukses sepanjang sejarah adalah
penisilin, dapat menggambarkan cara untuk menemukan dan mengembangkan
obat-obatan hingga sekarang meskipun terlihat aneh.
Cara untuk menemukan dan
mengembangkan obat adalah hasil dari kesempatan, observasi, dan banyak proses
kimia yang intensif dan lambat. Sampai beberapa waktu yang lalu, desain obat
dianggap harus selalu menggunakan kerja yang intensif, proses ujidan gagal
(trial-error process). Ruang lingkup pembelajaran dari cheminformatics ini
sangat luas. Contoh bidang minatnya antara lain: Synthesis Planning, Reaction
and Structure Retrieval, 3-D Structure Retrieval,Modelling, Computational
Chemistry, Visualisation Tools and Utilities.
Genomics
Genomics adalah bidang ilmu yang ada sebelum
selesainya sekuen genom, kecuali dalam bentuk yang paling kasar. Genomics
adalah setiap usaha untuk menganalisa atau membandingkan seluruh komplemen
genetik dari satu spesies atau lebih. Secara logis tentu saja mungkin untuk
membandingkan genom-genom dengan membandingkan kurang lebih suatu himpunan
bagian dari gen di dalam genom.
Proteomics
Istilah proteomics pertama kali digunakan untuk
menggambarkan himpunan dari protein-protein yang tersusun (encoded) oleh genom.
Ilmu yang mempelajari proteome, yang disebut proteomics, pada saat ini tidak
hanya memperhatikan semua protein di dalam sel yang diberikan, tetapi juga
himpunan dari semua bentuk isoform dan modifikasi dari semua protein,interaksi
diantaranya, deskripsi struktural dari protein-protein dan kompleks-kompleks
ordetingkat tinggi dari protein. Mengkarakterisasi sebanyak puluhan ribu
protein-protein yang dinyatakan dalam sebuah tipesel yang diberikan pada waktu
tertentu– apakah untuk mengukur berat molekul atau nilai-nilaiisoelektrik
protein-protein tersebut– melibatkan tempat penyimpanan dan perbandingan
daridata yang memiliki jumlah yang sangat besar, tak terhindarkan lagi akan
memerlukan Bioinformatika.
Pharmacogenomics
Pharmacogenomics adalah aplikasi dari pendekatan
genomik dan teknologi pada identifikasi dari target-target obat. Contohnya
meliputi menjaring semua genom untuk penerima yang potensial dengan menggunakan
cara Bioinformatika, atau dengan menyelidiki bentuk pola dari ekspresigen di
dalam baik patogen maupun induk selama terjadinya infeksi, atau maupun dengan
memeriksa karakteristik pola-pola ekspresi yang ditemukan dalam tumor atau
contoh daripasien untuk kepentingan diagnosa (kemungkinan untuk mengejar target
potensial terapi kanker).
Pharmacogenetics
Tiap individu mempunyai respon yang berbeda-beda
terhadap berbagai pengaruh obat; sebagian ada yang positif, sebagian ada yang
sedikit perubahan yang tampak pada kondisimereka dan ada juga yang mendapatkan
efek samping atau reaksi alergi. Sebagian dari reaksi-reaksi ini diketahui
mempunyai dasar genetik. Pharmacogenetics adalah bagian dari pharmacogenomics
yang menggunakan metode genomik/Bioinformatika untuk
mengidentifikasihubungan-hubungan genomik, contohnya SNP (Single Nucleotide
Polymorphisms), karakteristik dari profil respons pasien tertentu dan
menggunakan informasi-informasi tersebut untuk memberitahu administrasi dan
pengembangan terapi pengobatan
Komentar
Posting Komentar